You, With your words like knives and swords That you use against me
You, Have knocked me off my feet again
Got me feelin' Like nothing
Taylor Swift - Mean
Hai nona yang (katanya) cantik,
menyenangkan sekali bisa menulis satu buah surat untukmu. Kau membuatku bertanya, apa rasanya jadi orang yang dibuatkan surat dalam #30harimenulissuratcinta? kesampingkan dulu isi suratnya, yang penting, kau tau surat ini buatmu. bagaimana rasanya?
menyenangkan sekali bisa menulis satu buah surat untukmu. Kau membuatku bertanya, apa rasanya jadi orang yang dibuatkan surat dalam #30harimenulissuratcinta? kesampingkan dulu isi suratnya, yang penting, kau tau surat ini buatmu. bagaimana rasanya?
kau juga selalu membuatku bertanya, bagaimana rasanya kawan, menyakiti hati seseorang lewat akun maya mu? apakah kepuasan ? atau bagaimana? mohon dijawab, karena aku tidak tau.
Bagaimana caranya , menjadi manusia yang bisa bersikap -di dunia nyata pendiam, di dunia maya sebegitu jahatnya?"
dan, oh sayang, bagaimana bisa setiap hari kita bertemu dan kamu begitu pendiam.. ternyata di balik itu kamu menancapkan pisau tajam berupa kalimat-kalimat itu?
Kau bilang aku apa? Witch? biar ku cari di kamus kecilku apa artinya itu
witch : Nenek Sihir
Oh, jadi witch itu nenek sihir? maafkan aku yang tidak mengerti bahasamu sayang, aku hanya gadis kampung yang tidak mengetahui bahasa asing .
tapi sayang, kamu tau kan tentang ceritera tentang putri tidur ? jika tidak ada si antagonis tersebut, tidak akan ada yang namanya Aurora si puteri tidur. bahkan ceritera itu pun tidak ada, karena pada dasarnya yang membuatnya jadi ceritera terkenal di seluruh dunia, ya si nenek sihir itu .
Lalu kau bilang aku apa, bersama pacarmu itu? Pelacur?
Ah, sayang.. kejam sekali kalimatmu itu.
Tapi kamu juga perlu tau sayang, seorang pelacur pun ia memilih seperti itu untuk mencari uang. tak pantas kau menghina seseorang dengan meng-kambing hitam-kan orang yang katanya disebut kupu-kupu malam itu.
oh, ya. sampaikan salamku kepada kekasihmu ya.. sampaikan secuilnasihat ini. laki-laki seharusnya mengajari perempuannya untuk tidak berkata kasar, bukan sebaliknya.
Kemudian kau bilang aku apa? Mak Lampir,
hm.... apa aku sebegitu miripnya ya? hehehe. tapi sayang, aku tidak marah. sungguh.
Aku hanya ingin mengajakmu bernostalgia, kembali ke enam tahun lalu saat aku masih menduduki rok abu-abu ku,
saat itu aku masih di kelas dua. ya.. yang katanya masa terindah bangku sekolah.
di satu organisasi yang aku kepalai, aku mendapat mandat untuk membuat sebuah lakon drama, dan, intinya saja. coba kamu tebak aku dapat peran apa? iya, Mak Lampir, sayang.dan apakah kamu tau, peranku saat itu menjadi peran terbaik dari seluruh pelakon drama itu.
nona yang (katanya) cantik, sekali lagi aku sampaikan, kamu salah kalau mengira hatiku tergores dengan julukanmu itu
dan, oh sayang. kamu mentertawakan aku tentang apapun yang sedang kukerjakan? hei! kau lihat nanti. akan ada saatnya tuhan mencemerlangkan apa yang digelapkan oleh seseorang.
Lalu apalagi, sayang? pisau kalimat mana lagi yang kamu rasa belum tersampaikan padaku? sampaikanlah. mungkin jika sudah selesai nanti, akan tiba waktunya kamu merasa puas. dan, kumohon, jangan ulangi pada orang lain lagi, ya
Sekarang, kamu membuatku bertanya lagi . begitu banyak pertanyaan yang ingin ku sampaikan padamu sayang . kumohon, jangan mrah.
apakah kamu ingin tau bagaimana rasanya menjadi seseorang yang disakiti hatinya dengan pisau nan tajam kata pedasmu itu? kalau iya, biar kujawab.
ah tak usahlah. bait lagu yang ku kutip di atas cukup mencerminkan rasanya. tapi sayang, kau tak perlu kuatir. tak akan kubalas kau dengan perlakuan sama. cukup ku kirimkan surat ini untukmu saja.
izinkan aku bertanya lagi.
apa yang kau cari dengan menjadi seperti itu nona? layaknya kertas ampelas yang sering kita lihat di toko bangunan.
apa yang kau cari, nona yang (katanya) manis?
karena yang aku tau, tak ada hal yang didapat selain penambahan dosa. dan jika memang itu yang kau cari, ah, sayang, kau telah menemukan orang yang tepat! kupersilahkan kau melakukannya lagi. dan sebagai tambahannya.. ini, kuberikan pula dosa-dosaku ini sebagai bonusnya. karena memang aku sedang kebingungan mencari cara mengurangi dosaku yang menumpuk ini, sayang.
hai, nona. semua ini tidak perlu kubalas, bukan?
karena aku seseorang yang percaya akan hukum karma. semua yang terjadi, akan ada balasannya. jadi kau tunggulah saatnya tuhan mengembalikan semuanya padamu. sementara aku, cukup tersenyum saja disini melihat semua itu, dan menunggu.
Perihal kertas ampelas itu, aku berterima kasih padamu karena telah menjadi ampelasku. permukaanmu yang kasar itu, semakin mengampelas diriku untuk semakin baik. dan permukaan itu pulalah yang mengampelas dosaku agar lebih tinggi di mata Tuhanku, yang Tuhanmu juga.
Sekali lagi terima kasih, Nona yang (Katanya) Cantik..
P.S: Ini tidak hanya untukmu saja. tapi juga seluruh pelaku Cyber-Bullying sepertimu, di manapun ia berada
Tertanda,
Nenek sihir, pelacur, Mak Lampir, atau apapun itu
#30harimenulissuratcinta hari ke-8
#stopcyberbullying

2 komentar:
Kembali membaca surat yang membuatku takjub :)
Hai !
Makasih udah sempet baca ya.. :)
Posting Komentar