selamat malam ayah..
hari ini hari Sabtu kedua engkau ada di Rumah sakit..
engkau pun sudah terjaga dari tidur panjangmu selama 10 hari penuh..
Bahagianya hati ini melihatmu terjaga, bisa tersenyum lagi
meskipun engkau masih kesulitan dalam mengingat kami semua..
tapi ayah, aku sabar..
aku yakin suatu hari engkau akan semakin pulih dan kembali mengingatku dan juga seluruh keluarga lagi..
Ayah,
begitu banyak dosaku padamu ayah..
izinkan aku untuk menebus semuanya.. izinkan aku untuk kembali mengabdi kepadamu..
berikan aku kesempatan untuk membahagiakanmu ayah..
20 tahun engkau merawatku, dengan penuh cinta bersama mama..
ayah,
aku masih mebutuhkanmu..
untuk mendampingiku bersama mama saat aku wisuda nanti..
untuk menikahkan aku dengan lelaki yang tepat nanti..
ayah,
bukankah itu impian ayah sejak dulu?
melihatku sukses,
memiliki rumah impian dan mobil impian sendiri..
memiliki pendamping yang sholeh, yang bisa menjagaku seperti engkau menjagaku sejak kecil dulu?
ayah..
sekarang engkau masih terbaring..
tapi tak hentinya aku memohon kepadaNya, untuk memulihkanmu ayah..
ayah,
surat ini kubuat untukmu, dan untuk keluarga kita yang sedang diuji..
allah maha pengasih,ayah..
ia yang memberi kita ujian ini, sebagai tanda kasihNya..
Insha allah, kita bisa melewati ujian ini bersama-sama..
Ayah,
bersabarlah ayah..
sesungguhnya penyakit ini adalah hadiah dariNya.
jangan engkau mengeluh ayah,
Dia yang memberi penyakit, maka biarkan Dia pula yang mengangkat penyakit ini..
bersabarlah ayah, serahkan semua kepadaNya..
semangatlah engkau untuk sembuh ayah,
dan berkumpul lagi kita di bulan ramadhan nanti..
With Much Of Love,
Your one and only daughter
FKT
Sabtu, 29 Juni 2013
Selasa, 18 Juni 2013
Bangun, ayah..
selamat pagi, ayah
3 hari sudah engkau terbaring lemah di rumah sakit itu
sungguh, pilu hati ini melihatmu begitu tak berdaya..
sekuat apapun aku bertahan.. ketika melihatmu lagi... tak kuasa kutahan isak tangisku ayah..
bangun, ayah..
aku begitu rindu akan canda dan tawamu..
canda yang engkau lontarkan setiap hari, yang selalu membuat kami tertawa..
candamu tentang sayur bening buatan mama untuk kau makan, yang kau bilang airnya bisa dipakai untuk mencuci muka..
candamu yang selalu bilang bahwa tempat untuk mencariku bila tak ada dirumah adalah,
hanya KANTOR dan KAMPUSku saja..
bangun, ayah..
lihatlah kami semua disini menanti kabar baik darimu.. menanti matamu terbuka kembali, senyummu menyapa kami lagi..
aku rindu telfon darimu jika aku pulang terlambat dari kantor maupun kampus..
bangun, ayah..
lihat mama yang sakit demi menjagamu,
demi meliihatmu membuka mata, dan menyambut kedatangan kami dengan senyummu, ayah..
bangun, ayah..
beribu doa telah kulantunkan demi mengharap kesembuhanmu,.
satu nazar terucap bila engkau sembuh..
bangun, ayah..
bukankah ayah mau pulang ke makassar bersamaku?
tidakkah ayah mau melihatku di wisuda? memakai toga.. memelukku disamping mama...
tidakkah ayah mau melihat cucu ayah, Arin masuk sekolah nanti? ikut mengantar dia?
bangun, ayah...
kami semua rindu padamu..
love,
your child,
FKT
3 hari sudah engkau terbaring lemah di rumah sakit itu
sungguh, pilu hati ini melihatmu begitu tak berdaya..
sekuat apapun aku bertahan.. ketika melihatmu lagi... tak kuasa kutahan isak tangisku ayah..
bangun, ayah..
aku begitu rindu akan canda dan tawamu..
canda yang engkau lontarkan setiap hari, yang selalu membuat kami tertawa..
candamu tentang sayur bening buatan mama untuk kau makan, yang kau bilang airnya bisa dipakai untuk mencuci muka..
candamu yang selalu bilang bahwa tempat untuk mencariku bila tak ada dirumah adalah,
hanya KANTOR dan KAMPUSku saja..
bangun, ayah..
lihatlah kami semua disini menanti kabar baik darimu.. menanti matamu terbuka kembali, senyummu menyapa kami lagi..
aku rindu telfon darimu jika aku pulang terlambat dari kantor maupun kampus..
bangun, ayah..
lihat mama yang sakit demi menjagamu,
demi meliihatmu membuka mata, dan menyambut kedatangan kami dengan senyummu, ayah..
bangun, ayah..
beribu doa telah kulantunkan demi mengharap kesembuhanmu,.
satu nazar terucap bila engkau sembuh..
bangun, ayah..
bukankah ayah mau pulang ke makassar bersamaku?
tidakkah ayah mau melihatku di wisuda? memakai toga.. memelukku disamping mama...
tidakkah ayah mau melihat cucu ayah, Arin masuk sekolah nanti? ikut mengantar dia?
bangun, ayah...
kami semua rindu padamu..
love,
your child,
FKT
Langganan:
Postingan (Atom)