Rabu, 04 Februari 2015

Selamat pagi, Biru


Selamat pagi, biru
Mulai lepas isi pikiranku, terburai dalam lelahku. Namun sulit kurasa pejamkan mata saat belum kutuliskan surat ini bagimu.
lima jam lalu kamu bercerita betapa lelahnya kamu hadapi jalan takdir  yang digariskan illahi untukmu. lelahmu, lelahku juga

tersenyumlah biru,
agar hariku semakin berwarna. tak kulihat ceriamu belakangan ini.
sandarkan gundahmu di bahuku. ah, bukan. tapi sandarkan gundahmu pada tuhanmu, melalui aku. kau tau tuhanmu mencintaimu, begitupun aku. Biarkan gundahmu luruh bersama segala lelahmu. jangan mau dikalahkan mendung yang abu

ayo semangat, biru.
sampaikan keluhmu padaku agar kita dapat bercerita lagi tentang indahnya pagi.mengukir senyum di tengah liku hidup yang menderu. berbagi tawa di tengah cemberutnya kota. lingkarkan peluk di tengah dinginnya sunyi.
saat kau rasa kau sendiri, ketahuilah
masih ada

aku

dan Tuhanmu.


Tertanda,

perempuan berkacamata yang gundah dengan resahmu.

#30HariMenulisSuratCinta
hari ke-7

0 komentar:

Posting Komentar