#30harimenulissuratcinta
selamat pagi, ayah..
bagaimana kabarmu disana? indahkah surga itu?
aku selalu bertanya-tanya, masihkah engkau melihatku disini?
ayah..
Seminggu sudah berlalu ,sejak aku menyaksikanmu masuk ke peristirahatan terakhirmu..
tetapi mengapa ayah,
hingga hari ini sakitnya luka dtinggalkan olehmu masih belum juga terhapus, ayah..
meskipun aku ikhlas,.. tetapi rasa kesepian tanpa kehadiranmu begitu membuatku pilu..
aku rindu padamu, ayah..
setiap larut malam saat aku belum tertidur, engkau yang menyuruhku tidur agar keesokan hari tidak terlambat bangun..
lalu setiap pagi, engkau yang membangunkan aku untuk mejalankan shalat 5 waktu..
ayah..
engkau yang mengajarkan aku arti sebuah keceriaan.
mengajarkan aku untuk tetap tersenyum seberat apapun menghadapi masalah..
tapi apalah arti keceriaan itu
ketika engkau tak lagi disini, ayah..
bagaimana caranya agar aku tidak bersedih..
ketika mengingat perjuanganmu melawan penyakitmu..
dari masuk rumah sakit, lalu koma, lalu sadar.. sampai pada hari itu.. dokter bilang ayah bisa pulang.
tapi ternyata, kemana ayah pulang??
ke pangkuanNya, ayah..
Hujan turun deras belakangan ini tanpa henti. sejak kepergianmu, hari hari selalu hujan
tapi aku percaya, ayah gak lagi kedinginan..
ayah udah dipeluk sama allah kan..? udah dilindungi sama allah.. :)
bagaimana aku tidak merasa sedih..
aku, belum sempat memenuhi semua mimpimu ayah..
tak ada engkau saat aku wisuda nanti..
tak bisa engkau melihat jerih payahmu menyekolahkanku selama ini.. menjagaku, merawat, mendidikku..
mimpimu untuk melihatku di wisuda.. jadi wanita yang sukses..
tak sempat engkau melihatnya, ayah..
ayah..
terima kasih untuk segalanya
20 tahun aku mengenalmu..
kenangan-kenangan itu..
jika kumulai dari 1 ujung, tak akan pernah sampai di ujung yang lainnya..
terkadang, sering kuingin memanggil namamu..
tapi, aku tau ayah gak akan lagi ada disini
maafkan aku ayah..betapa banyaknya dosaku padamu..
seringkali aku melawanmu..
gak ada lagi yang bisa aku lakukan untuk melihat kedalam matamu yang penuh keceriaan itu..
pedih hatiku ketika tak sempat aku menuntun bibirmu mengucapkan kalimat illahi..
tetapi, kulihat cerahnya wajahmu, ayah..
aku ikhlas..
tidurlah yang yang tenang ayah..
semoga engkau selalu dirahmati allah..
ragamu tak lagi disini, tetapi cintamu.. candamu.. kasihmu..
juga ceriamu..
semua akan selalu ada disini, tersimpan rapi di sudut hatiku selamanya..
terima kasih ayah, untuk segalanya..
doaku selalu menyertai di setiap langkah dan nafasku..
dari anakmu yang mencintaimu,
Febrina Keumala Talcha
Selasa, 09 Juli 2013
Sabtu, 29 Juni 2013
dear ayah
selamat malam ayah..
hari ini hari Sabtu kedua engkau ada di Rumah sakit..
engkau pun sudah terjaga dari tidur panjangmu selama 10 hari penuh..
Bahagianya hati ini melihatmu terjaga, bisa tersenyum lagi
meskipun engkau masih kesulitan dalam mengingat kami semua..
tapi ayah, aku sabar..
aku yakin suatu hari engkau akan semakin pulih dan kembali mengingatku dan juga seluruh keluarga lagi..
Ayah,
begitu banyak dosaku padamu ayah..
izinkan aku untuk menebus semuanya.. izinkan aku untuk kembali mengabdi kepadamu..
berikan aku kesempatan untuk membahagiakanmu ayah..
20 tahun engkau merawatku, dengan penuh cinta bersama mama..
ayah,
aku masih mebutuhkanmu..
untuk mendampingiku bersama mama saat aku wisuda nanti..
untuk menikahkan aku dengan lelaki yang tepat nanti..
ayah,
bukankah itu impian ayah sejak dulu?
melihatku sukses,
memiliki rumah impian dan mobil impian sendiri..
memiliki pendamping yang sholeh, yang bisa menjagaku seperti engkau menjagaku sejak kecil dulu?
ayah..
sekarang engkau masih terbaring..
tapi tak hentinya aku memohon kepadaNya, untuk memulihkanmu ayah..
ayah,
surat ini kubuat untukmu, dan untuk keluarga kita yang sedang diuji..
allah maha pengasih,ayah..
ia yang memberi kita ujian ini, sebagai tanda kasihNya..
Insha allah, kita bisa melewati ujian ini bersama-sama..
Ayah,
bersabarlah ayah..
sesungguhnya penyakit ini adalah hadiah dariNya.
jangan engkau mengeluh ayah,
Dia yang memberi penyakit, maka biarkan Dia pula yang mengangkat penyakit ini..
bersabarlah ayah, serahkan semua kepadaNya..
semangatlah engkau untuk sembuh ayah,
dan berkumpul lagi kita di bulan ramadhan nanti..
With Much Of Love,
Your one and only daughter
FKT
hari ini hari Sabtu kedua engkau ada di Rumah sakit..
engkau pun sudah terjaga dari tidur panjangmu selama 10 hari penuh..
Bahagianya hati ini melihatmu terjaga, bisa tersenyum lagi
meskipun engkau masih kesulitan dalam mengingat kami semua..
tapi ayah, aku sabar..
aku yakin suatu hari engkau akan semakin pulih dan kembali mengingatku dan juga seluruh keluarga lagi..
Ayah,
begitu banyak dosaku padamu ayah..
izinkan aku untuk menebus semuanya.. izinkan aku untuk kembali mengabdi kepadamu..
berikan aku kesempatan untuk membahagiakanmu ayah..
20 tahun engkau merawatku, dengan penuh cinta bersama mama..
ayah,
aku masih mebutuhkanmu..
untuk mendampingiku bersama mama saat aku wisuda nanti..
untuk menikahkan aku dengan lelaki yang tepat nanti..
ayah,
bukankah itu impian ayah sejak dulu?
melihatku sukses,
memiliki rumah impian dan mobil impian sendiri..
memiliki pendamping yang sholeh, yang bisa menjagaku seperti engkau menjagaku sejak kecil dulu?
ayah..
sekarang engkau masih terbaring..
tapi tak hentinya aku memohon kepadaNya, untuk memulihkanmu ayah..
ayah,
surat ini kubuat untukmu, dan untuk keluarga kita yang sedang diuji..
allah maha pengasih,ayah..
ia yang memberi kita ujian ini, sebagai tanda kasihNya..
Insha allah, kita bisa melewati ujian ini bersama-sama..
Ayah,
bersabarlah ayah..
sesungguhnya penyakit ini adalah hadiah dariNya.
jangan engkau mengeluh ayah,
Dia yang memberi penyakit, maka biarkan Dia pula yang mengangkat penyakit ini..
bersabarlah ayah, serahkan semua kepadaNya..
semangatlah engkau untuk sembuh ayah,
dan berkumpul lagi kita di bulan ramadhan nanti..
With Much Of Love,
Your one and only daughter
FKT
Selasa, 18 Juni 2013
Bangun, ayah..
selamat pagi, ayah
3 hari sudah engkau terbaring lemah di rumah sakit itu
sungguh, pilu hati ini melihatmu begitu tak berdaya..
sekuat apapun aku bertahan.. ketika melihatmu lagi... tak kuasa kutahan isak tangisku ayah..
bangun, ayah..
aku begitu rindu akan canda dan tawamu..
canda yang engkau lontarkan setiap hari, yang selalu membuat kami tertawa..
candamu tentang sayur bening buatan mama untuk kau makan, yang kau bilang airnya bisa dipakai untuk mencuci muka..
candamu yang selalu bilang bahwa tempat untuk mencariku bila tak ada dirumah adalah,
hanya KANTOR dan KAMPUSku saja..
bangun, ayah..
lihatlah kami semua disini menanti kabar baik darimu.. menanti matamu terbuka kembali, senyummu menyapa kami lagi..
aku rindu telfon darimu jika aku pulang terlambat dari kantor maupun kampus..
bangun, ayah..
lihat mama yang sakit demi menjagamu,
demi meliihatmu membuka mata, dan menyambut kedatangan kami dengan senyummu, ayah..
bangun, ayah..
beribu doa telah kulantunkan demi mengharap kesembuhanmu,.
satu nazar terucap bila engkau sembuh..
bangun, ayah..
bukankah ayah mau pulang ke makassar bersamaku?
tidakkah ayah mau melihatku di wisuda? memakai toga.. memelukku disamping mama...
tidakkah ayah mau melihat cucu ayah, Arin masuk sekolah nanti? ikut mengantar dia?
bangun, ayah...
kami semua rindu padamu..
love,
your child,
FKT
3 hari sudah engkau terbaring lemah di rumah sakit itu
sungguh, pilu hati ini melihatmu begitu tak berdaya..
sekuat apapun aku bertahan.. ketika melihatmu lagi... tak kuasa kutahan isak tangisku ayah..
bangun, ayah..
aku begitu rindu akan canda dan tawamu..
canda yang engkau lontarkan setiap hari, yang selalu membuat kami tertawa..
candamu tentang sayur bening buatan mama untuk kau makan, yang kau bilang airnya bisa dipakai untuk mencuci muka..
candamu yang selalu bilang bahwa tempat untuk mencariku bila tak ada dirumah adalah,
hanya KANTOR dan KAMPUSku saja..
bangun, ayah..
lihatlah kami semua disini menanti kabar baik darimu.. menanti matamu terbuka kembali, senyummu menyapa kami lagi..
aku rindu telfon darimu jika aku pulang terlambat dari kantor maupun kampus..
bangun, ayah..
lihat mama yang sakit demi menjagamu,
demi meliihatmu membuka mata, dan menyambut kedatangan kami dengan senyummu, ayah..
bangun, ayah..
beribu doa telah kulantunkan demi mengharap kesembuhanmu,.
satu nazar terucap bila engkau sembuh..
bangun, ayah..
bukankah ayah mau pulang ke makassar bersamaku?
tidakkah ayah mau melihatku di wisuda? memakai toga.. memelukku disamping mama...
tidakkah ayah mau melihat cucu ayah, Arin masuk sekolah nanti? ikut mengantar dia?
bangun, ayah...
kami semua rindu padamu..
love,
your child,
FKT
Rabu, 30 Januari 2013
a mirrors's story
Mirror Stories
In The Mirror
Biasanya kau tertidur dengan lelap, namun hujan petir sedang bergemuruh diluar mengganggu tidurmu. Kau mulai tertidur, tetapi suara petir membuatmu terjaga lagi. Ini terjadi berkali-kali setiap malam. Jadi kau hanya berbaring di kasurmu, mata terbuka lebar. Kau mulai melihat sekitar kamarmu yang nampak gelap. Pandanganmu berpindah-pindah dari suatu objek di kamar ke objek yang lain, hingga kau melihat ke arah cerminmu yang terletak bersebrangan dengan tempat tidurmu.
Tiba-tiba kilat menyambar, dan cerminmu nampak diterangi cahaya dari kilat. Dalam beberapa detik kau melihat beberapa wajah di cermin, bayangan tanpa bentuk, dengan mulut terbuka dan bola mata yang melotot. Mereka melihatmu, bola mata mereka yang hitam tertuju padamu.
Kemudian kembali gelap. Apakah kau yakin dengan apa yang kau lihat? Kau pun berbalik membelakangi kaca. Dengan gelisah, kau tak dapat tidur semalaman. Pagi harinya, kau mulai membuang cerminmu dari kamarmu ke tempat sampah. Tak perduli apa yang kau lihat semalam itu benar atau salah, kau benar-benar ingin membuang cermin itu. Bahkan, semua cermin yang ada di rumahmu.
Seminggu lebih telah berlalu dan kejadian yang kau lihat malam itu sudah terlupakan. Kau bermain dirumah temanmu dan tiba-tiba kau ingin meminjam kamar mandi temanmu. Sesaat kau berada di kamar mandi kau melihat kran air menyala sendiri. Terkejut dengan hal itu, kau mulai berpikir dengan hal yang tidak-tidak dan mulai paranoia. Kau pun kemudian tak sengaja melihat cermin yang berada di atas kran tersebut. Kau melihatnya dengan penuh perhatian ketika sebuah wajah mendadak muncul dan berkata
"Kembalikan cerminmu. Kami rindu melihatmu tidur di malam hari. "
Bathroom Mirror
Seorang pria sedang mandi di kamar mandinya. Ia kemudian hendak mengambil handuknya ketika ia melihat sesuatu di cermin. Itu adalah bayangan aneh, dan sesaat pria itu melihat cermin, bayangan itu menghilang. Pria itu memperhatikan cermin sejenak, mencoba berpikir apa yang baru saja ia lihat. Ketika ia mulai mengeringkan dirinya dengan handuk, ia melihat sebuah bayangan lain pada pojok pandangannya bergerak melewati cermin. Pria itu berjalan menghadap cermin, menempatkan tangannya pada permukaan cermin dan mulai menggosoknya.
Ketika istrinya pulang ke rumah, pada malam hari, pria itu tak ditemukan dimanapun. Setelah mencari dari bawah hingga ke lantai atas dirumah, memanggil nama suaminya, ia mulai khawatir. Jejak yang hanya ia temukan hanya sebuah handuk yang basah tergeletak di lantai kamar mandi. Ia memanggil Polisi dan melaporkan suaminya telah menghilang.
Dua hari kemudian, istri dari pria itu menghilang juga. Nampaknya ia begitu saja menghilang entah kemana. Pakaian yang ia kenakan dua hari lalu tergeletak di lantai kamar mandi dan showernya masih menyala. Polisi menemukan sidik jari pada cermin kamar mandinya. Tetapi pria dan istrinya tersebut tak ditemukan sama sekali.
Hand Mirror
Pegang cermin apa saja dirumahmu dengan tanganmu pada permukaan cermin. Tunggu hingga kau merasakan sesuatu. Terkadang butuh waktu yang lama. Terkadang hanya sebentar. Ketika kau merasakannya, kau akan tahu. Kau mendadak akan menarik tanganmu kembali dari cermin. Sesuatu berada dibalik cermin, menyentuh kulit tanganmu. Ia tak bisa menyakitimu, tetapi sekarang kau tahu sesuatu ada disitu…
Cleaning a Mirror
Suatu malam, seorang wanita sedang menggosok giginya sebelum pergi tidur. Saat melihat cermin, ia memperhatikan ada noda pada cermin itu. Melihat secara dekat, ia melihat sidik jari. Kemudian ia mengambil handuk dan mencoba mengusapnya. Tak perduli seberapa keras ia menggosok, sidik jari itu tidak menghilang. Ia perhatikan lagi, ia sadar bahwa sidik jari itu ada disisi lain dari cermin.
The Mirror's Reflection
Dalam beberapa abad, orang-orang sudah mencurigai cermin. Mereka bilang kau harus waspada pada refleksimu sendiri. Mencoba menyelinap dalam gelap dan mengintip pada ujung cermin. Jika kau cukup tenang, kau dapat melihat refleksimu bergerak sendiri.
Lain kali jika kau sendirian di kamarmu dengan sebuah cermin, ambil sebuah penggaris dan matikan lampu. Berdiri atau duduk dan lihatlah pada cermin, dengan cepat pegang secara acak beberapa rambutmu. Panjangkan dan ukur dengan penggaris. Lihatlah refleksimu di cermin. Panjang rambutmu nampak berbeda.
Kau baru saja mengakali refleksimu. Jangan pernah melihat refleksimu lagi. Sekarang, dia tahu kau menyadarinya. Nyalakan lampu atau pergi tidur, jangan sekali-kali melihat refleksimu dalam kegelapan lagi.
In The Mirror
Biasanya kau tertidur dengan lelap, namun hujan petir sedang bergemuruh diluar mengganggu tidurmu. Kau mulai tertidur, tetapi suara petir membuatmu terjaga lagi. Ini terjadi berkali-kali setiap malam. Jadi kau hanya berbaring di kasurmu, mata terbuka lebar. Kau mulai melihat sekitar kamarmu yang nampak gelap. Pandanganmu berpindah-pindah dari suatu objek di kamar ke objek yang lain, hingga kau melihat ke arah cerminmu yang terletak bersebrangan dengan tempat tidurmu.
Tiba-tiba kilat menyambar, dan cerminmu nampak diterangi cahaya dari kilat. Dalam beberapa detik kau melihat beberapa wajah di cermin, bayangan tanpa bentuk, dengan mulut terbuka dan bola mata yang melotot. Mereka melihatmu, bola mata mereka yang hitam tertuju padamu.
Kemudian kembali gelap. Apakah kau yakin dengan apa yang kau lihat? Kau pun berbalik membelakangi kaca. Dengan gelisah, kau tak dapat tidur semalaman. Pagi harinya, kau mulai membuang cerminmu dari kamarmu ke tempat sampah. Tak perduli apa yang kau lihat semalam itu benar atau salah, kau benar-benar ingin membuang cermin itu. Bahkan, semua cermin yang ada di rumahmu.
Seminggu lebih telah berlalu dan kejadian yang kau lihat malam itu sudah terlupakan. Kau bermain dirumah temanmu dan tiba-tiba kau ingin meminjam kamar mandi temanmu. Sesaat kau berada di kamar mandi kau melihat kran air menyala sendiri. Terkejut dengan hal itu, kau mulai berpikir dengan hal yang tidak-tidak dan mulai paranoia. Kau pun kemudian tak sengaja melihat cermin yang berada di atas kran tersebut. Kau melihatnya dengan penuh perhatian ketika sebuah wajah mendadak muncul dan berkata
"Kembalikan cerminmu. Kami rindu melihatmu tidur di malam hari. "
Bathroom Mirror
Seorang pria sedang mandi di kamar mandinya. Ia kemudian hendak mengambil handuknya ketika ia melihat sesuatu di cermin. Itu adalah bayangan aneh, dan sesaat pria itu melihat cermin, bayangan itu menghilang. Pria itu memperhatikan cermin sejenak, mencoba berpikir apa yang baru saja ia lihat. Ketika ia mulai mengeringkan dirinya dengan handuk, ia melihat sebuah bayangan lain pada pojok pandangannya bergerak melewati cermin. Pria itu berjalan menghadap cermin, menempatkan tangannya pada permukaan cermin dan mulai menggosoknya.
Ketika istrinya pulang ke rumah, pada malam hari, pria itu tak ditemukan dimanapun. Setelah mencari dari bawah hingga ke lantai atas dirumah, memanggil nama suaminya, ia mulai khawatir. Jejak yang hanya ia temukan hanya sebuah handuk yang basah tergeletak di lantai kamar mandi. Ia memanggil Polisi dan melaporkan suaminya telah menghilang.
Dua hari kemudian, istri dari pria itu menghilang juga. Nampaknya ia begitu saja menghilang entah kemana. Pakaian yang ia kenakan dua hari lalu tergeletak di lantai kamar mandi dan showernya masih menyala. Polisi menemukan sidik jari pada cermin kamar mandinya. Tetapi pria dan istrinya tersebut tak ditemukan sama sekali.
Hand Mirror
Pegang cermin apa saja dirumahmu dengan tanganmu pada permukaan cermin. Tunggu hingga kau merasakan sesuatu. Terkadang butuh waktu yang lama. Terkadang hanya sebentar. Ketika kau merasakannya, kau akan tahu. Kau mendadak akan menarik tanganmu kembali dari cermin. Sesuatu berada dibalik cermin, menyentuh kulit tanganmu. Ia tak bisa menyakitimu, tetapi sekarang kau tahu sesuatu ada disitu…
Cleaning a Mirror
Suatu malam, seorang wanita sedang menggosok giginya sebelum pergi tidur. Saat melihat cermin, ia memperhatikan ada noda pada cermin itu. Melihat secara dekat, ia melihat sidik jari. Kemudian ia mengambil handuk dan mencoba mengusapnya. Tak perduli seberapa keras ia menggosok, sidik jari itu tidak menghilang. Ia perhatikan lagi, ia sadar bahwa sidik jari itu ada disisi lain dari cermin.
The Mirror's Reflection
Dalam beberapa abad, orang-orang sudah mencurigai cermin. Mereka bilang kau harus waspada pada refleksimu sendiri. Mencoba menyelinap dalam gelap dan mengintip pada ujung cermin. Jika kau cukup tenang, kau dapat melihat refleksimu bergerak sendiri.
Lain kali jika kau sendirian di kamarmu dengan sebuah cermin, ambil sebuah penggaris dan matikan lampu. Berdiri atau duduk dan lihatlah pada cermin, dengan cepat pegang secara acak beberapa rambutmu. Panjangkan dan ukur dengan penggaris. Lihatlah refleksimu di cermin. Panjang rambutmu nampak berbeda.
Kau baru saja mengakali refleksimu. Jangan pernah melihat refleksimu lagi. Sekarang, dia tahu kau menyadarinya. Nyalakan lampu atau pergi tidur, jangan sekali-kali melihat refleksimu dalam kegelapan lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)