Sabtu, 07 Februari 2015

Siapa Engkau, sesungguhnya?


Siapa engkau, sesungguhnya?

Bisa membuat aku gila seperti ini. tak mau makan, tak banyak bicara.
Bahkan saat tidurku pun, aku tak tenang
yang aku tau, tidur seharusnya membuat otak ini mampu berfikir kembali esok hari.
tapi kamu, hadir menjadi mimpi buruk yang menghantuiku.

siapa engkau , sesungguhnya?
menyita waktuku sedemikian rupa.
membuat mereka semua berkata "Kamu selalu tak punya waktu, nona"
dan perlahan menjauhiku, bagai mentari yang meninggalkan siang. Namun, tanpa bulan yang menggantikannya.

Siapa engkau, sesungguhnya?
yang membuatku sebegitu tak bisa beranjak pergi, meski begitu tersakiti.
yang meskipun tak kuat lagi , tetap ku tak bisa melangkah dari sini.
sekian banyak orang datang dan pergi, tapi aku, tetap tak bisa.

katakan padaku,
siapa engkau, sesungguhnya?


Salam,

Yang telah mengabdi empat tahun disini


#30harimenulissuratcinta , hari ke-9

Jumat, 06 Februari 2015

Untuk Perempuan yang (katanya) Cantik

You, With your words like knives and swords That you use against me
You, Have knocked me off my feet again
Got me feelin' Like nothing

Taylor Swift - Mean



Hai nona yang (katanya) cantik,
menyenangkan sekali bisa menulis satu buah surat untukmu. Kau membuatku bertanya, apa rasanya jadi orang yang dibuatkan surat dalam #30harimenulissuratcinta? kesampingkan dulu isi suratnya, yang penting, kau tau surat ini buatmu. bagaimana rasanya?
kau juga selalu membuatku bertanya, bagaimana rasanya kawan, menyakiti hati seseorang lewat akun maya mu? apakah kepuasan ? atau bagaimana? mohon dijawab, karena aku tidak tau.
Bagaimana caranya , menjadi manusia yang bisa bersikap -di dunia nyata pendiam, di dunia maya sebegitu jahatnya?"
dan, oh sayang, bagaimana bisa setiap hari kita bertemu dan kamu begitu pendiam.. ternyata di balik itu kamu menancapkan pisau tajam berupa kalimat-kalimat itu?

Kau bilang aku apa? Witch? biar ku cari di kamus kecilku apa artinya itu

witch : Nenek Sihir

Oh, jadi witch itu nenek sihir? maafkan aku yang tidak mengerti bahasamu sayang, aku hanya gadis kampung yang tidak mengetahui bahasa asing .
tapi sayang, kamu tau kan tentang ceritera tentang putri tidur ? jika tidak ada si antagonis tersebut, tidak akan ada yang namanya Aurora si puteri tidur. bahkan ceritera itu pun tidak ada, karena pada dasarnya yang membuatnya jadi ceritera terkenal di seluruh dunia, ya si nenek sihir itu . 

Lalu kau bilang aku apa, bersama pacarmu itu? Pelacur?
Ah, sayang.. kejam sekali kalimatmu itu. 
Tapi kamu juga perlu tau sayang, seorang pelacur pun ia memilih seperti itu untuk mencari uang. tak pantas kau menghina seseorang dengan  meng-kambing hitam-kan orang yang katanya disebut kupu-kupu malam itu.
oh, ya. sampaikan salamku kepada kekasihmu ya.. sampaikan secuilnasihat ini. laki-laki seharusnya mengajari perempuannya untuk tidak berkata kasar, bukan sebaliknya.

Kemudian kau bilang aku apa? Mak Lampir,
hm.... apa aku sebegitu miripnya ya? hehehe. tapi sayang, aku tidak marah. sungguh.
Aku hanya ingin mengajakmu bernostalgia, kembali ke enam tahun lalu saat aku masih menduduki rok abu-abu ku,
saat itu aku masih di kelas dua. ya.. yang katanya masa terindah bangku sekolah.
di satu organisasi yang aku kepalai, aku mendapat mandat untuk membuat sebuah lakon drama, dan, intinya saja. coba kamu tebak aku dapat peran apa? iya, Mak Lampir, sayang.dan apakah kamu tau, peranku saat itu menjadi peran terbaik dari seluruh pelakon drama itu. 
nona yang (katanya) cantik, sekali lagi aku sampaikan, kamu salah kalau mengira hatiku tergores dengan julukanmu itu
dan, oh sayang. kamu mentertawakan aku tentang apapun yang sedang kukerjakan? hei! kau lihat nanti. akan ada saatnya tuhan mencemerlangkan apa yang digelapkan oleh seseorang.

Lalu apalagi, sayang? pisau kalimat mana lagi yang kamu rasa belum tersampaikan padaku? sampaikanlah. mungkin jika sudah selesai nanti, akan tiba waktunya kamu merasa puas. dan, kumohon, jangan ulangi pada orang lain lagi, ya

Sekarang, kamu membuatku bertanya lagi . begitu banyak pertanyaan yang ingin ku sampaikan padamu sayang . kumohon, jangan mrah.
apakah kamu ingin tau bagaimana rasanya menjadi seseorang yang disakiti hatinya dengan pisau nan tajam kata pedasmu itu? kalau iya, biar kujawab.
ah tak usahlah. bait lagu yang ku kutip di atas cukup mencerminkan rasanya. tapi sayang, kau tak perlu kuatir. tak akan kubalas kau dengan perlakuan sama. cukup ku kirimkan surat ini untukmu saja.

izinkan aku bertanya lagi.
apa yang kau cari dengan menjadi seperti itu nona? layaknya kertas ampelas yang sering kita lihat di toko bangunan. 
apa yang kau cari, nona yang (katanya) manis?
karena yang aku tau, tak ada hal yang didapat selain penambahan dosa. dan jika memang itu yang kau cari, ah, sayang, kau telah menemukan orang yang tepat! kupersilahkan kau melakukannya lagi. dan sebagai tambahannya.. ini, kuberikan pula dosa-dosaku ini sebagai bonusnya. karena memang aku sedang kebingungan mencari cara mengurangi dosaku yang menumpuk ini, sayang.
hai, nona. semua ini tidak perlu kubalas, bukan? 
karena aku seseorang yang percaya akan hukum karma. semua yang terjadi, akan ada balasannya. jadi kau tunggulah saatnya tuhan mengembalikan semuanya padamu. sementara aku, cukup tersenyum saja disini melihat semua itu, dan menunggu.

Perihal kertas ampelas itu, aku berterima kasih padamu karena telah menjadi ampelasku. permukaanmu yang kasar itu, semakin mengampelas diriku untuk semakin baik. dan permukaan itu pulalah yang mengampelas dosaku agar lebih tinggi di mata Tuhanku, yang Tuhanmu juga.
Sekali lagi terima kasih, Nona yang (Katanya) Cantik..


P.S: Ini tidak hanya untukmu saja. tapi juga seluruh pelaku Cyber-Bullying sepertimu, di manapun ia berada


Tertanda,

Nenek sihir, pelacur, Mak Lampir, atau apapun itu



#30harimenulissuratcinta hari ke-8
#stopcyberbullying

Rabu, 04 Februari 2015

Selamat pagi, Biru


Selamat pagi, biru
Mulai lepas isi pikiranku, terburai dalam lelahku. Namun sulit kurasa pejamkan mata saat belum kutuliskan surat ini bagimu.
lima jam lalu kamu bercerita betapa lelahnya kamu hadapi jalan takdir  yang digariskan illahi untukmu. lelahmu, lelahku juga

tersenyumlah biru,
agar hariku semakin berwarna. tak kulihat ceriamu belakangan ini.
sandarkan gundahmu di bahuku. ah, bukan. tapi sandarkan gundahmu pada tuhanmu, melalui aku. kau tau tuhanmu mencintaimu, begitupun aku. Biarkan gundahmu luruh bersama segala lelahmu. jangan mau dikalahkan mendung yang abu

ayo semangat, biru.
sampaikan keluhmu padaku agar kita dapat bercerita lagi tentang indahnya pagi.mengukir senyum di tengah liku hidup yang menderu. berbagi tawa di tengah cemberutnya kota. lingkarkan peluk di tengah dinginnya sunyi.
saat kau rasa kau sendiri, ketahuilah
masih ada

aku

dan Tuhanmu.


Tertanda,

perempuan berkacamata yang gundah dengan resahmu.

#30HariMenulisSuratCinta
hari ke-7

Selasa, 03 Februari 2015

Goresan kecil tak bermakna, usahlah dibaca.

Wajah cantik nan indah yang terlihat di saat pertama kubuka mataku..
dipenuhi bulir airmata kebahagiaan. ya, wajahmu,
dengan kecup kasih sayang tanda cinta kau rengkuh tubuh mungilku di tengah kerasnya jerit tangisku.
hingga kini 22 tahun lewat sejak saat itu, masih engkau satu-satunya wanita yang kucinta. bait pertama surat ini kutulis untukmu saja. karena kurasa belum ada yang mampu kuberikan hingga detik ini. sungguh, perubahan yang kurasa darimu sejak kepergiannya masih melekat nyata di mataku, menggoreskan luka di hatiku melihat sedihmu itu..
tersenyumlah engkau, hai wanita tercantik di dunia ini. aku masih ada disini berjuang penuh membahagiakanmu. mencoba menggoreskan senyum di wajah letih namun cantikmu itu...
Suara merdu mengalun di telingaku saat pertama ku hadir di dunia ini. adzan nan indah suara pertama yang ku dengar. ya, suaramu...
20 tahun kita saling mengenal, saling menjaga.. ah, mungkin tidak. dirimulah yang menjagaku. bagaimana bisa kukatakan aku menjagamu? saat sakitmu pun aku tak selalu hadir di sampingmu.
tapi ketahuilah olehmu disana, di setiap langkah dan nafasku, hingga detik ini, masih selalu kuselip namamu di bait doaku.
sesal kurasa atas pengabaian telah terlambat dan kini hanya itu yang bisa kuberikan sebagai tanda cinta ku padamu. berbahagialah engkau disana, hai lelaki cinta pertamaku.. semoga kelak kita dipersatukan kembali di tempatmu sekarang.
ah, jika memang ada tangga panjang itu, ingin rasanya saat ini juga aku bersamamu.. kusampaikan bait ini kepadaNya, agar ia menyampaikan padamu rinduku yang tak bertepi ini..
Bait ini untuk kalian, lelaki dan wanita cinta pertamaku. apalah artinya goresan kecil di surat ini.jika melihat apa yang telah kalian berikan untukku. tak ada apa-apanya...tapi tuhan tau aku mencintai kalian dengan sangat, walaupun tak pandai aku menunjukkannya..


Kamu.. hai, kamu. mungkin kamu bertanya mungkinkah bait ini kupersembahkan untukmu? hmm.. kau kiralah sendiri
perkenalan singkat di masa biru, pelengkap kisah remajaku. menghadirkan kisah panjang di masa usia belasanku. rasa malu yang hinggap saat kita bertemu, mencuri lirikan di tengah ocehan panjang sang pahlawan itu di depan kelas. berpura-pura meminjam kaset hanya agar bisa saling menyapa. sampai peristiwa di depan kelas itu. yang hingga kini masih kuingat. kamu bilang "di depan guru BP atau di depan kelas?"
tapi jangan kau berburuk sangka. ku ingat itu sebagai kenangan masa biruku. karena kau taulah, aku paling mahir menyimpan kenangan seperti itu.terima kasih telah menghadirkan warna di saat itu.  Semua itu tersimpan rapat di kotak masa biruku. sekali lagi terima kasih untuk tigapuluh enam bulan itu.

Lalu kamu
yang juga pernah ada. bait ini kuberikan buatmu. sadarkah?
kamu yang pernah mengajariku banyak hal, agar menjadikan dewasaku. tapi taukah kamu? pelajaran darimu yang paling mengena ya ketika itu.. taukah kamu? ya, ketika kamu pergi bersama dia dan mencaci ku setelah itu..
ah, aku sudah memaafkanmu kawan,  tapi izinkan aku menuliskan sedikit di surat ini untuk mengucapkan terima kasih padamu yang tak pernah sempat kuutarakan karena sejak saat itu tak pernah lagi kita bertemu. karena luka waktu itu, aku belajar banyaaakkk sekali hal. ya, terutama belajar untuk ikhlas. ikhlas mencintai dengan tulus dan tersenyum bahagia walaupun disakiti (jangan kau anggap ini bohong, karna benar itu yang kurasa). terima kasih atas lawatan singkat delapan belas bulan yang pernah kita jalani bersama. tiga tahun telah berlalu dan kini aku menemukan cinta tulusku sendiri. terima kasih karena telah mengajari aku bagaimana caranya membuka hati setelah tersakiti, dan menemukan bahagiaku sendiri.
harapanku semoga kau juga menemukan bahagiamu pula, dan kita akan dipertemukan kembali saat kedua dari kita menemukan hari bahagianya masing-masing.

Bait kelima, terakhir..
Ah kamu  pasti tau ini buatmu, dan memang begitu. Hei kamu lelaki dingin namun berhasil kuluhkan hatinya, masih ingatkah kamu saat itu? Berminggu minggu kau temani aku di situ. Dengan hujan yang menderu. Sampai di hari terakhir masa itu, kutunggu kau hingga jam duabelas malam karna kau bilang ada sesuatu yang ingin kau utarakan. Ingatkah? Aku selalu mengingatnya dan kujamin, takkan pernah kulupa. Hei kamu yang hadir saat tak lagi kupercaya yang namanya kesetiaan. yang hadir disaat terburukku kehilangan ayahku pula. yang hadir membawa canda dan kasih sayang. padahal kamu tau kan, kita selalu bertengkar sejak pertama disatukan sebagai partner. tapi kenapa kita saling mencinta? jangan tanya aku, akupun tak tau.. ah, macam kisah sinetron saja. bicara soal sinetron, aku berharap kisah kita sama seperti itu. ya kau taulah, bertengkar-salingmerindu-pacaran. tapi tak sampai disitu saja. aku ingiin dua tambahan lagi. menikah-mati. ya, aku ingin saat matiku adalah bersamamu. apa? lebay? kurasa tidak. tidak karena memang itu yang kurasakan.
Terima kasih untuk dua belas bulan ini.dan terima kasih juga atas semua pengalaman dan pelajaran yang kamu berikan. apa kamu bilang? aku belajar terus? kapan jadi gurunya?
kujawab, ya, nanti aku akan jadi guru. guru sekaligus ibu bagi anak-anakmu kelak.
terima kasih sayang dan bertahanlah kamu disini, disamping perempuan egois nan manja ini.


Bekasi,Empat Februari Duaribulimabelas.

dalam #30harimenulissuratcinta - Hari ke-6

Senin, 02 Februari 2015

salam , sayang ...

Hai sayang,
Malam ini, aku lagi kerja malam loh.. ah tapi entah mengapa sulit bagiku berkonsentrasi  sebelum ku utarakan hal ini padamu.
Malam ini kuberanikan diri mengetik kata-kata ini. Biarlah orang bilang apa,
Norak ? berlebihan?
Ah sudahlah.. lupakan apa kata orang. Surat ini kutulis untukmu, bukan untuk mereka 

Bukan kata-kata manis yang ingin kuucapkan disini. Karna percayalah sayang, aku tidak lihai dalam hal itu .
Aku Cuma lihai bermanja-manja, menangis, marah – marah, dan sebagainya . betul kan? Sampai kamu sendiri bilang akulah wanita ter-ngeselin yang pernah ada di hidup kamu, tapi juga yang paling kamu sayang . hehehe…
Disini sayang, aku cuma mau bilang. Terima kasih untuk semuanya. Untuk kamu yang tetap setia ditengah kesibukan mu dan kesibukanku. Di tengah rumitnya masalah yang melanda kita. Di tengah kejamnya mulut orang-orang yang mencaci kita. Di tengah sulitnya menghadapi aku ketika lagi “kumat”, dan kamu tetap menyayangi aku.

Terima kasih untuk pelajaran hidup yang kamu berikan demi mendewasakan aku yang kekanakan ini,
Terima kasih telah hadir dihidupku lewat ejekan konyolmu yang akhirnya membuatku sulit melupakanmu mulai setahun lalu hingga detik ini 

Terima kasih telah sabar menghadapi aku dan egoisku.
Dan terima kasih telah hadir di hidupku membawa cinta tulus saat aku sudah tak percaya lagi akan tulusnya cinta. Kehadiran kamu memudarkan bahkan  melenyapkan segala prasangka itu.

Kalo kata Mariah Carey sih.. “Thanks God I Found you”
Hehehe xp

Semoga tuhan memudahkan segala rencana yang kita bangun bersama dan menguatkan kita menjalani segala rintangan yang ada.

Dengan segenap kesederhanaan dan segudang cinta,


FKT   on #30harimenulissuratcinta day5

Selasa, 09 Juli 2013

surat cinta untuk ayah

#30harimenulissuratcinta

selamat pagi, ayah..
bagaimana kabarmu disana? indahkah surga itu?
aku selalu bertanya-tanya, masihkah engkau melihatku disini?

ayah..
Seminggu sudah berlalu ,sejak aku menyaksikanmu masuk ke peristirahatan terakhirmu..
tetapi mengapa ayah,
hingga hari ini sakitnya luka dtinggalkan olehmu masih belum juga terhapus, ayah..
meskipun aku ikhlas,.. tetapi rasa kesepian tanpa kehadiranmu begitu membuatku pilu..

aku rindu padamu, ayah..
setiap larut malam saat aku belum tertidur, engkau yang menyuruhku tidur agar keesokan hari tidak terlambat bangun..
lalu setiap pagi, engkau yang membangunkan aku untuk mejalankan shalat 5 waktu..

ayah..
engkau yang mengajarkan aku arti sebuah keceriaan.
mengajarkan aku untuk tetap tersenyum seberat apapun menghadapi masalah..
tapi apalah arti keceriaan itu
ketika engkau tak lagi disini, ayah..

bagaimana caranya agar aku tidak bersedih..
ketika mengingat perjuanganmu melawan penyakitmu..
dari masuk rumah sakit, lalu koma, lalu sadar.. sampai pada hari itu.. dokter bilang ayah bisa pulang.
tapi ternyata, kemana ayah pulang??
ke pangkuanNya, ayah..

Hujan turun deras belakangan ini tanpa henti. sejak kepergianmu, hari hari selalu hujan
tapi aku percaya, ayah gak lagi kedinginan..
ayah udah dipeluk sama allah kan..? udah dilindungi sama allah.. :)

bagaimana aku tidak merasa sedih..
aku, belum sempat memenuhi semua mimpimu ayah..

tak ada engkau saat aku wisuda nanti..
tak bisa engkau melihat jerih payahmu menyekolahkanku selama ini.. menjagaku, merawat, mendidikku..
mimpimu untuk melihatku di wisuda.. jadi wanita yang sukses..
tak sempat engkau melihatnya, ayah..

ayah..
terima kasih untuk segalanya
20 tahun aku mengenalmu..
kenangan-kenangan itu..
jika kumulai dari 1 ujung, tak akan pernah sampai di ujung yang lainnya..

terkadang, sering kuingin memanggil namamu..
tapi, aku tau ayah gak akan lagi ada disini
maafkan aku ayah..betapa banyaknya dosaku padamu..
seringkali aku melawanmu..
gak ada lagi yang bisa aku lakukan untuk melihat kedalam matamu yang penuh keceriaan itu..
pedih hatiku ketika tak sempat aku menuntun bibirmu mengucapkan kalimat illahi..
tetapi, kulihat cerahnya wajahmu, ayah..
aku ikhlas..

tidurlah yang yang tenang ayah..
semoga engkau selalu dirahmati allah..
ragamu tak lagi disini, tetapi cintamu.. candamu.. kasihmu..
juga ceriamu..
semua akan selalu ada disini, tersimpan rapi di sudut hatiku selamanya..

terima kasih ayah, untuk segalanya..
doaku selalu menyertai di setiap langkah dan nafasku..


dari anakmu yang mencintaimu,

Febrina Keumala Talcha

Sabtu, 29 Juni 2013

dear ayah

selamat malam ayah..

hari ini hari Sabtu kedua engkau ada di Rumah sakit..
engkau pun sudah terjaga dari tidur panjangmu selama 10 hari penuh..

Bahagianya hati ini melihatmu terjaga, bisa tersenyum lagi
meskipun engkau masih kesulitan dalam mengingat kami semua..

tapi ayah, aku sabar..
aku yakin suatu hari engkau akan semakin pulih dan kembali mengingatku dan juga seluruh keluarga lagi..

Ayah,
begitu banyak dosaku padamu ayah..
izinkan aku untuk menebus semuanya.. izinkan aku untuk kembali mengabdi kepadamu..
berikan aku kesempatan untuk membahagiakanmu ayah..

20 tahun engkau merawatku, dengan penuh cinta bersama mama..

ayah,
aku masih mebutuhkanmu..
untuk mendampingiku bersama mama saat aku wisuda nanti..
untuk menikahkan aku dengan lelaki yang tepat nanti..

ayah,
bukankah itu impian ayah sejak dulu?
melihatku sukses,
memiliki rumah impian dan mobil impian sendiri..
memiliki pendamping yang sholeh, yang bisa menjagaku seperti engkau menjagaku sejak kecil dulu?

ayah..
sekarang engkau masih terbaring..
tapi tak hentinya aku memohon kepadaNya, untuk memulihkanmu ayah..

ayah,
surat ini kubuat untukmu, dan untuk keluarga kita yang sedang diuji..
allah maha pengasih,ayah..
ia yang memberi kita ujian ini, sebagai tanda kasihNya..
Insha allah, kita bisa melewati ujian ini bersama-sama..

Ayah,
bersabarlah ayah..
sesungguhnya penyakit ini adalah hadiah dariNya.
jangan engkau mengeluh ayah,
Dia yang memberi penyakit, maka biarkan Dia pula yang mengangkat penyakit ini..
bersabarlah ayah, serahkan semua kepadaNya..

semangatlah engkau untuk sembuh ayah,
dan berkumpul lagi kita di bulan ramadhan nanti..

With Much Of Love,

Your one and only daughter

FKT